BeritaKriminal

Perlu Diberikan Penghargaan Nahkoda KM Labobar Kembali Gagalkan Penyelundupan Miras Cap Tikus Asal Manado

Sorong Papua Barat Daya – Kabar Reskrim Polri//Tak bosan – bosan nya mereka yang menyeludupkan miras lokal jenis cap tikus asal manado yang di tangkap di atas kapal ketika melaksanakan swiping. Sehubungan dengan hal tersebut saat di temukanya barang terlarang di atas kapal saat team pemeriksaan tiket melaksanakan sweping di atas kapal Km Labobar yang di pimpin langsung oleh Capt Sumarjo Pujo selaku Nahkoda bersama Mualim I beserta team pemeriksaan tiket dan di bantu dari kantor Pelni cabang Ternate bersama empat orang anggota TNI AL dari Lanal Ternate yang ikut membantu dalam pemeriksaan tiket di atas kapal saat arus mudik balik lebaran tahun 2023.ketika itu perjalanan kapal km Labobar dengan tujuan dari dermaga pelabuhan bitung menuju ke Ternate dan papua yang saat itu juga sudah terpantau melalui CCTV sehingga akhirnya Nahkoda Capt Sumarjo Pujo bersama team sweping pemeriksaan tiket dan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan minuman keras ilegal jenis Cap Tikus dari Kota Manado yang dibawa di atas kapal laut milik PT Pelni(Persero) KM Labobar.Rabu (24/05/2023)

Saat itu ketika di wawancarai awak media Capt Sumarjo pujo selaku nahkoda km Labobar mengatakan bahwa saat Penangkapan miras ilegal ini dari hasil penyelidikan dan penggalangan yang dilakukan team pemeriksaan tiket dan dari hasil pemantauan CCTV yang ada di atas kapal tersebut,sehingga team pemeriksaan tiket kembali berhasil menemukan 221 liter minuman keras jenis Cap Tikus yang akan dikirim ke Ternate dan Papua.

Dari hasil pemeriksaan tiket tersebut sehingga berhasil di temukan miras jenis cap tikus tersebut kemudian langsung diamankan di atas Kapal Penumpang milik PT Pelni km labobar yang saat itu sedang berlayar dari Bitung menuju ternate.saat penangkapan tersebut ratusan liter miras jenis cap tikus itu di rencanakan langsung di musnahkan di pelabuhan Ahmad Yani Ternate setelah team sweping memeriksa tiket penumpang yang hendak ke Papua dan di lanjutkan dengan pemusnahan miras ilegal tersebut di dermaga achmad Yani Ternate,”ucap Capt pujo”.

Lanjut Capt Sumarjo Pujo yang di dampingi Mualim I ketika memberikan keterangan dan menjelaskan bahwa, penangkapan ini dari hasil penyelidikan dan penggalangan yang di lakukan serta hasil pemantauan dari CCTV yang ada di atas kapal km labobar milik PT Pelni(Persero)

Sebelumnya pada tanggal (06/05/23) sekitar pukul 21.30 Wita,team pemeriksaan tiket pernah menggagalkan 982 liter dan saat ini team sweping kembali gagalkan 221 liter pada tanggal 20/05/23 saat itu team pemeriksaan tiket sudah bersiap di dek 7 untuk melaksakan apel dan brifing dari nahkoda kapal Capt Sumarjo Pujo , Ketika itu KM Labobar dalam perjalanan menuju ke Ternate dan Papua sesuai rute perjalanan nya.setelah selesai brifing kemudian team pemeriksaan tiket (sweping) langsung melakukan pemeriksaan sehingga menemukan miras ilegal jenis cap tikus(CT) yang di sembunyikan di bawah tempat tidur ekonomi di bagian dek 4 belakang kanan,dek 4 tengah dekat pos satpam depan dan di dek 5 bagian belakang kapal.ketika menemukan miras ilegal jenis cap tikus tersebut yang sudah diisi di dalam karton dan tas koper dan ditumpuk bersama dengan barang bawaan lain.

Barang bukti miras jenis Cap Tikus yang berasal dari Manado tersebut hanya berjumlah 221 liter yang sudah berbentuk kemasan dalam botol bekas air mineral ukuran 650 ml itu kemudian langsung diamankan ke ruang informasi Dek 5 kapal km Labobar dan selanjutnya akan di musnahkan di dermaga Ahmad Yani Ternate,”ucap Capt Sumarjo Pujo”.

“Untuk sementara pemilik barang tersebut masih dalam penyelidikan, Namun,miras ilegal jenis cap tikus ini langsung di turunkan ke dermaga pelabuhan Ahmat Yani untuk di musnahkan,karenadalam penyelundupan miras ilegal jenis cap tikus ini jika di ketahui pemiliknya pastinya nanti akan di proses di polsek pelabuhan Ahmat Yani ternate sesuai hukum yang berlaku,”ujarnya.

Di tempat terpisah, Mualim I juga membenarkan atas pengkapan tersebut,kejadian tersebut merupakan lemahnya pengawasan di dermaga pelabuhan Bitung sehingga buruh atau porter bisa membawa naik barang haram tersebut bersama bagasi muatan yang isinya minuman keras jenis cap tikus dan bisa lolos hingga naik ke atas kapal km Labobar milik PT Pelni tersebut,ini semua disebabkan karena tidak adanya alat pendeteksi di pelabuhan sehingga barang – barang terlarang pun bisa lolos naik di atas kapal.untuk itu harapan Capt Sumarjo Pujo agar pihak pemerintah khususnya kementerian perhubungan laut ikut membantu menyediakan alat pendeteksi tersebut agar penumpang yang naik di atas kapal pun bisa merasa aman dan nyaman di atas kapal,untungnya mereka yang di selundupkan masih berupa miras coba kalau bom atau senjata yang mereka bawa di atas kapal ini sangat berbahaya sekali,”tuturnya.

Lanjut Capt Sumarjo Pujo,Untuk itu kami akan terus melaksanakan sweping saat pemeriksaan tiket saat di pelabuhan maupun di tempat-tempat yang terindikasi menjadi lokasi transaksi minuman keras tersebut

“Saya selalu mengimbau kepada seluruh penumpang kapal km labobar, terutama kepada para ABK serta bagi penumpang yang mengetahui informasi terkait minuman keras, mau bekingannya siapapun dan mungkin saja ada anggota TNI atau Polri yang terlibat, agar jangan sungkan untuk melapor atau menginformasikan ke petugas kapal sehingga kami akan melaporkan kepada petugas kepolisian kawasan pelabuhan dan akan kami tindak dengan tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan jauhi minuman keras karena pangkal dari segala kejahatan yaitu minuman keras,”Jelas Nahkoda Capt pujo.

 

Download Berita

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button